Blog

/

Cerita HRIS: Contoh Surat Izin Sakit Kerja dan Cara Membuatnya

Cerita HRIS: Contoh Surat Izin Sakit Kerja dan Cara Membuatnya

Sakura System Solutions 08 Jun 2024

Cerita HRIS: Contoh Surat Izin Sakit Kerja dan Cara Membuatnya

Pemberi kerja atau perusahaan dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan semena-mena kepada buruhnya, dengan alasan pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit padahal sudah dibuktikan dengan surat keterangan dokter. 

Apalagi penyebab sakitnya akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan kerja yang mengakibatkan buruh mengalami kondisi cacat tetap. Dimana kondisi tersebut telah dijelaskan dalam surat keterangan dokter yang menurut yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan.

Selain surat keterangan yang diberikan oleh tenaga ahli medis tersebut, salah satu berkas pendukung dalam pengajuan izin sakit ialah surat permohonan yang dibuat sendiri oleh pekerja. Sebagai bentuk legitimasi, transparansi dan komunikasi yang jelas antara karyawan dan atasan.

Bagaimana cara membuat surat izin sakit kerja tersebut? Apa saja yang menjadi ketentuannya? Ikuti penjelasan lengkap di bawah ini.

Apa itu Surat Izin Sakit Kerja?

Surat izin sakit merupakan surat resmi untuk meminta izin agar tidak melakukan aktivitas pekerjaan karena sedang mengalami kondisi kesehatan tertentu atau sakit. Surat ini biasanya digunakan untuk keperluan administrasi absensi perusahaan dalam penilaian kinerja, perhitungan tunjangan dan lain sebagainya.

Dalam praktek kesehariannya, surat izin sakit dikeluarkan oleh dokter kepada pasien yang berobat kepadanya, namun tak jarang dokumen ini menjadi lampiran rekomendasi kondisi kesehatan dibelakang surat permohonan izin sakit yang dibuat sendiri oleh pekerja.

Surat izin sakit bagi pekerja berfungsi sebagai bukti yang dapat digunakan dalam penyelesaian sengketa, atau dengan kata lain dapat memberikan perlindungan hukum bagi karyawan dan perusahaan, jika timbul perselisihan atau masalah terkait absensi.

Pada hakikatnya, surat izin sakit pekerja dapat dilaporkan pada saat hari pertama sakit melalui email, ataupun ketika sehat dan telah bisa masuk kekantor kembali.

Komponen Surat Izin Sakit Kerja

Surat izin sakit kerja membantu membangun budaya kerja yang profesional dan tertib, dan merupakan bagian dari disiplin kerja dan kehadiran yang baik di tempat kerja. Maka dari itu, komponen penyusun dari surat izin sakit kerja diantaranya ialah:

  1. Heading surat, berisi tanggal penulisan surat yang berada di sebelah kanan atas;
  2. Pembukaan, berupa salam dan sapaan kepada atasan atau HRD yang berwenang;
  3. Identitas karyawan, berisi data seperti nama lengkap, posisi, dan departemen tempatnya bekerja;
  4. Tujuan surat, yaitu menyatakan permohonan izin kerja;
  5. Alasan permohonan izin kerja, yang mencakup rincian waktu izin dan alasan permintaan izin;
  6. Penutup, seperti ucapan terima kasih dan pengharapan untuk mendapat persetujuan;
  7. Tanda tangan dan nama karyawan yang mengajukan izin; dan
  8. Lampiran, berupa surat keterangan dari dokter.

Cara Membuat Surat Izin Sakit Kerja

Surat izin sakit kerja mencerminkan sikap bertanggungjawab seorang karyawan terhadap pekerjaan dan perusahaan. Dengan mengajukan izin secara tertulis, karyawan menunjukkan komitmen dan keseriusan terhadap tanggungjawab mereka tersebut. Maka dari itu perhatikan cara pembuatan surat izin sakit kerja berikut ini:

  1. Tentukan tanggal penulisan surat sesuai dengan tanggal hari itu;
  2. Berikan salam dan sapaan yang sopan dan formal;
  3. Lengkapi identitas diri berupa nama lengkap, jabatan, dan departemen perusahaan;
  4. Utarakan maksud dan tujuan dibuatnya surat yakni untuk meminta izin bedrest;
  5. Sesuaikan lama waktu izin dengan tanggal rekomendasi istirahat dari dokter;
  6. Ucapkan terima kasih dan pengharapan untuk mendapatkan persetujuan;
  7. Bubuhkan tanda tangan beserta nama jelas; dan
  8. Lampirkan surat rekomendasi dokter.

Kebijakan Pengupahan Terhadap Pekerja yang Izin Sakit Kerja

Dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menyinggung keterkaitan antara pekerja yang izin sakit dengan kebijakan pengupahannya. Seperti misalnya, pekerja akan tetap diupah walaupun mengalami kondisi sebagai berikut:

  1. Pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;
  2. Pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;

Besaran upah yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pekerja yang sakit ialah sebagai berikut :

  1. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% dari upah;
  2. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% dari upah;
  3. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% dari upah; dan
  4. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.

Contoh Surat Izin Sakit Kerja 

Keuntungan SPISy Payroll Software

Surat izin sakit kerja juga berfungsi sebagai alat komunikasi antara karyawan dengan rekan kerja, memastikan bahwa semua pihak terinformasi tentang ketidakhadiran dan kemungkinan pengaturan yang diperlukan. 

Surat izin sakit kerja dibutuhkan untuk melengkapi administrasi kehadiran yang menyusun laporan komponen payroll yang berlaku dalam perusahaan tersebut. Komponen payroll sebagaimana yang dimaksud seperti gaji pokok, tunjangan kehadiran, uang makan, dan masih banyak lagi.

Fitur lengkap ini bisa Anda dapatkan didalam SPISy Payroll Software, yang tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Selain fleksibel, SPISy Payroll Software juga  memiliki integrasi sistem absensi karyawan, dengan memproses penggajian yang sudah termasuk hitungan pajak dan BPJS. Semua dilakukan secara otomatis dan hasil yang didapat sangat akurat.

Segera tingkatkan kinerja perusahaan Anda dengan beralih pada sistem masa depan melalui SPISy Payroll Software, hubungi kami klik disini

© 2024 PT Sakura System Solutions. All rights reserved.